Matamu, kamu.
Kemarin, saat purnama datang
aku melihat bintang cemburu tak karuan
Mengilap bagai tersaingi, mematahkan sinar
yang datang sesekali.
Kemarin, saat purnama datang
aku melihat isakmu lebih menjadi
Menutupi purnama di wajahmu
dan tak sempat lagi mengalahkan malam.
Kini purnama tak lagi datang,
hanya ada air mata di kedua matamu.
Kini senyummu tidak lagi mengembang,
hanya ada sendu yang bertengger di wajahmu.
Saat ini, kamu telah hilang
di dalam matamu,
hanya ada malam yang gelap.
aku melihat bintang cemburu tak karuan
Mengilap bagai tersaingi, mematahkan sinar
yang datang sesekali.
Kemarin, saat purnama datang
aku melihat isakmu lebih menjadi
Menutupi purnama di wajahmu
dan tak sempat lagi mengalahkan malam.
Kini purnama tak lagi datang,
hanya ada air mata di kedua matamu.
Kini senyummu tidak lagi mengembang,
hanya ada sendu yang bertengger di wajahmu.
Saat ini, kamu telah hilang
di dalam matamu,
hanya ada malam yang gelap.
Komentar
Posting Komentar