Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Ungkap!

Kamu yang tidak pernah lagi bersua menunduk sambil menggenggam sehelai potret tua senyum yang sudah mulai pudar tinggal cerita. Lalu kau bungkus sepi dengan kata-kata menyanjung luka dengan senyuman terdiam tanpa suara, katakan sayang! Karena aku tidak pandai memahami rasa Diam-mu penuh banyak makna Lamunanku terlalu banyak pertanyaan, tentangmu, tentangku, tentang kita? Aku harus bagaimana, sayang? Katakan! Jangan pernah diam.

Matamu, kamu.

Kemarin, saat purnama datang aku melihat bintang cemburu tak karuan Mengilap bagai tersaingi, mematahkan sinar yang datang sesekali. Kemarin, saat purnama datang aku melihat isakmu lebih menjadi Menutupi purnama di wajahmu dan tak sempat lagi mengalahkan malam. Kini purnama tak lagi datang, hanya ada air mata di kedua matamu. Kini senyummu tidak lagi mengembang, hanya ada sendu yang bertengger di wajahmu. Saat ini, kamu telah hilang di dalam matamu, hanya ada malam yang gelap.