Ungkap!
Kamu yang tidak pernah lagi bersua menunduk sambil menggenggam sehelai potret tua senyum yang sudah mulai pudar tinggal cerita. Lalu kau bungkus sepi dengan kata-kata menyanjung luka dengan senyuman terdiam tanpa suara, katakan sayang! Karena aku tidak pandai memahami rasa Diam-mu penuh banyak makna Lamunanku terlalu banyak pertanyaan, tentangmu, tentangku, tentang kita? Aku harus bagaimana, sayang? Katakan! Jangan pernah diam.